Terkadang apa yang kita inginkan itu tidak seperti apa yang kita butuhkan. Manusia pada dasarnya termasuk makhluk yang memiliki akal sehat, dalam arti setiap manusia pasti mempunyai tujuan. Tujuan inilah yang mereka anggap sebagai cita-cita. Dalam perjalanan hidup kita pasti mengalami permasalahan-permasalahan yang tidak kita duga. Setiap kali kita melangkah setiap kali kita menemukan permasalahan. Terkadang permasalahan itu datang lebih cepat. Jangan pernah menganggap bahwa sesuatu yang menghalangi langkah kita itu adalah musibah, itu salah. Penghalang itu pelajaran bagi kita, pelajaran itu sangat berharga. Sesuatu yang kita anggap berharga itu penting bagi kita dan berguna bagi orang lain.
Ketika kita telah memiliki tujuan, itulah sebenarnya kebahagiaan. Tidak ada manusia yang memiliki tujuan yang buruk, setiap manusia pasti memliki tujuan yang baik. Tidak salah bagi kita untuk memilih tujuan, akan tetapi salah bagi kita untuk memusnahkan tujuan. Mewujudkan impian atau tujuan memang butuh kerja keras, dan kerja keras itu lah yang kita anggap sebagai semangat. Ketika seseorang telah mencapai tujuan yang mereka inginkan, alangkah bahagianya mereka. Penuh dengan kejutan dalam suatu tujuan, dan penuh kebahagiaan dalam suatu kejutan. Mereka yang berhasil senantiasa memperlihatkan keberhasilannya kepada orang terdekat, supaya mereka tau bahwa kita manusia yang punya kemauan dan keberhasilan. Api dalam kompor dapat menyala karena kita yang nyalakan, sebuah botol terisi air karena kita yang mengisikan, dan tujuan yang tercapai karena kita yang melakukan. Karena tujuan penuh dengan kejutan.
Nusantara memiliki beragam kekayaan alam, jika kita buka kalian tidak akan pernah tau bahwa nusantara adalah jantung dunia
Kamis, 24 April 2014
Rabu, 23 April 2014
Hidup itu Tantangan
Dari setiap tantangan yang kita hadapi terdapat sejuta makna yang kita peroleh. Terkadang tantangan yang kita hadapi berbalik arah menjadi musibah bagi kita. Di setiap kemauan di situ ada tantangan, dan tantangan itu datang tanpa kita harapkan. Ada kalanya bahwa tantangan itu menjadi pencerahan bagi kita. Setiap manusia yang ada di dunia pasti menghadapi tantangan. Sebagian dari mereka menganggap bahwa tantangan itu hanya sebuah cerita, itu salah. Tantangan itu seperti sebuah balon yang sedang di tiup, semakin di tiup maka semakin besar dan pada akhirnya balon itu pecah. Sama seperti tantangan, semakin kita hadapi maka semakin besar tantangan tersebut namun pada akhirnya tantangan itu terselesaikan.
Tidak setiap tantangan itu sulit untuk dihadapi, selalu ada jalan keluarnya. Hidup itu tantangan, artinya hidup yang kita jalani tanpa kita sadari itu adalah sebuah tantangan. Kita hidup bukan untuk bersenang-senang, tapi kita hidup untuk mencapai satu tujuan. Pada awalnya manusia terlahir tidak tahu apa-apa, mereka seakan-akan seperti biji yang belum di tanami. Mereka terus berkembang, akan tetapi dalam perkembangannya itu terdapat banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Hidup itu tidak mudah untuk mencapai tujuan yang sebenarnya. Tumbuhan tidak akan bisa tumbuh tanpa ada air, air tidak akan bisa mengalir tanpa ada dataran rendah, dan hidup tidak akan berhasil tanpa kita hadapi tantangan.
Tidak setiap tantangan itu sulit untuk dihadapi, selalu ada jalan keluarnya. Hidup itu tantangan, artinya hidup yang kita jalani tanpa kita sadari itu adalah sebuah tantangan. Kita hidup bukan untuk bersenang-senang, tapi kita hidup untuk mencapai satu tujuan. Pada awalnya manusia terlahir tidak tahu apa-apa, mereka seakan-akan seperti biji yang belum di tanami. Mereka terus berkembang, akan tetapi dalam perkembangannya itu terdapat banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Hidup itu tidak mudah untuk mencapai tujuan yang sebenarnya. Tumbuhan tidak akan bisa tumbuh tanpa ada air, air tidak akan bisa mengalir tanpa ada dataran rendah, dan hidup tidak akan berhasil tanpa kita hadapi tantangan.
Selasa, 22 April 2014
Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Meskipun sudah sering didengar, ternyata belum semua orang memahami makna istilah “baik dan benar”
dalam berbahasa. Tidak semua bahasa yang baik itu benar dan sebaliknya,
tidak semua bahasa yang benar itu baik. Tentunya yang terbaik adalah
bisa berbahasa dengan baik dan benar. Untuk dapat melakukannya, perlu
dipahami dulu apa yang dimaksud dengan baik dan benar tersebut.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
Jika saya perhatikan, semakin tidak benar bahasa saya sewaktu menulis atau berbicara, berarti semakin akrab hubungan saya dengan lawan bicara saya. Maaf, Mas Amal, saya belum bisa memenuhi imbauan untuk menggunakan bahasa yang benar di seluruh kicauan saya. Tapi saya usahakan untuk menggunakan bahasa yang baik.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
- Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
- Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
- Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
- Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
- Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.
- Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
- Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
- Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
- Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
- Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
Jika saya perhatikan, semakin tidak benar bahasa saya sewaktu menulis atau berbicara, berarti semakin akrab hubungan saya dengan lawan bicara saya. Maaf, Mas Amal, saya belum bisa memenuhi imbauan untuk menggunakan bahasa yang benar di seluruh kicauan saya. Tapi saya usahakan untuk menggunakan bahasa yang baik.
Senin, 14 April 2014
Inilah Amanat
Setiap manusia telah ditakdirkan untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan, dan setiap takdir yang melekat pada diri manusia adalah keputusan. Mereka bertanya-tanya tentang kehidupan yang layak dan kehidupan yang tidak layak. Kehidupan yang layak adalah dimana seseorang tidak pernah membandingkan dari satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk memperbutakannya. Kehidupan yang tidak layak adalah dimana seseorang selalu berkata tidak pantas dengan mengakibatkan kesengsaraan kepada orang lain. Terkadang jawaban-jawaban itu bersatu "adakalanya bahwa seseorang yang baik dan buruk itu pasti saling merasakan, dan mereka dipercayai untuk menjaga amanat yang mereka genggam". Dan mereka bertanya "apa yang kita genggam ini?". Mereka bingung dengan apa yang ia genggam, mereka sibuk mencari jawabannya. Dan ada saatnya mereka akan tahu bahwa itu adalah titipan dari-Nya.
Akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah ditugaskan. Mereka senang akhirnya apa yang ia inginkan telah tercapai. Salah satu dari mereka tidak berbahagia, dia bingung dan terus bingung. Mereka yang berbahagia pun heran, lantas mereka bertanya "kenapa engkau bingung?" diapun menjawab "percuma kalian bahagia, percuma kalian bergembira, dan percuma kalian bersenang-senang. Apa kalian tidak ada yang mengerti? Untuk apa kita diberi amanat? Bahkan pada awalnya pun kita tidak tahu apa itu amanat". Tidak ada satu orang pun yang bisa menjawab pertanyaan itu. Mereka keliru dengan semua ini, mereka semakin kebingungan. Salah satu dari mereka memandang pohon dan melihat beberapa daun yang berjatuhan, lalu ia berkata bahwa amanat itu seperti daun yang berjatuhan. Di sisi lain seseorang melihat bunga yang mekar, lalu ia pun berkata bahwa amanat itu seperti bunga yang mekar. Lalu seorang dari arah yang lain hanya memegang sebuah batu. Mereka pun bingung, lalu bertanya kepada pria tersebut "apa hubungannya sebuah batu yang engkau pegang dengan amanat?" lalu pria itu menjawab "amanat itu seperti batu yang aku pegang, jika aku lepas peganganku maka batu ini akan jatuh. Begitu juga dengan amanat, jika amanat itu tidak kita jaga dengan baik maka amanat itu akan hilang".
Itulah amanat, apa yang kita punya itu lah yang seharusnya kita jaga. Jangan seperti kayu yang menahan air mengalir, semakin besar kayu yang menahan air mengalir maka semakin besar bendungan yang dibuatnya, bendungan itulah yang membuat masalah.
Rabu, 09 April 2014
Mencari kesuksesan itu tidak mudah
Sukses adalah kata yang selalu kita inginkan untuk berada dalam diri kita. Inilah tantangan manusia yang terberat, mencari kesuksesan. Manusia cenderung memiliki sifat penasaran atau selalu ingin tau, namun kali ini manusia tidak dapat mencari dan mengetahui. Manusia selalu bertanya dimana kesuksesan? Mereka saling bertanya dari individu ke individu lainnya, mereka meminta kepada orang yang hebat untuk mencari keberadaan dari kesuksesan. Namun hal itu sia-sia, kesuksesan tidak akan bisa dicari melalui perkataan, mereka ditemukan melalui pergerakan. Meskipun meminta kepada sejuta orang yang hebat dalam dunia ini untuk mencari kesuksesan, mereka tidak akan pernah bisa untuk menemukannya. Satu-satunya yang bisa mencari keberadaan dari kesuksesan hanya diri sendiri, kita sendiri yang menentukannya.
Semua orang pasti ingin sukses, menjadi seseorang yang sukses itu tidak semudah yang kita duga. Dari setiap perjalanan yang kita lewati pasti kita menemukan masalah, masalah ini yang menjadi penghambat bagi perjalanan kita. Seseorang yang membenci masalah atau dia tidak dapat untuk menyelesaikan permasalahan cenderung akan berhenti pada suatu tempat, tempat ini yang kita anggap sebagai tempat orang-orang yang berputus asa. Terkecuali dengan orang yang pandai menyelesaikan permasalahan, mereka akan dengan mudah melewati permasalah yang berikutnya. Semakin kita terbiasa dengan permasalahan semakin kita menganggap bahwa masalah itu adalah hal yang biasa. Dari banyaknya manusia di muka bumi ini, sebagian sukses dan sebagian kehilangan kesuksesan. Jika anda bertanya mengapa kesuksesan itu bisa hilang? Karena pada umumnya manusia cenderung menikmati hal-hal yang tidak berguna. Mereka sendiri yang menentukan kesuksesan tersebut, tanpa kita sadari bahwa setiap manusia itu telah menentukan jalannya masing-masing. Manusia terlahir sebagai makhluk yang bekerja keras, dalam arti manusia bukan makhluk yang lemah. Terkadang manusia merasa bahwa ia lemah ketika ia sudah tidak mampu menerangi jalan yang seharusnya ia lewati. Sesungguhnya itu bukan kelemahan, itu yang disebut ujian. Tidak ada manusia yang bisa menghindar dari ujian, karena manusia tidak ada yang sempurna. Ketidak sempurnaan inilah yang harus kita tutupi dari segala kekuatan yang ada pada diri kita. Setiap langkah yang kita lewati terkandung berbagai ujian, setiap ujian adalah kekuatan. Terkadang ujian membuat kita menjadi lemah, kelemahan ini yang nantinya akan menjadi kekuatan bagi kita. Kesengsaraan, kepedihan, dan kekerasan yang membawa kita kepada kesuksesan. Kesuksesan diraih dengan kesengsaraan, artinya menjadi sukses itu merasakan susah namun akhirnya kita bahagia. Kesuksesan diraih dengan kepedihan, artinya sukses itu menyakitkan namun akhirnya kita bahagia. Kesuksesan diraih dengan kekerasan, artinya menjadi sukses itu penuh dengan kerja keras namun akhirnya kita bahagia. Banyak orang yang berpikir bahwa menjadi sukses itu mudah, itu salah. Karena mereka belum mencoba.
Pada dasarnya sifat manusia berbeda-beda, namun mereka terkadang cepat untuk mengerti. Setiap langkah yang mereka raih terkandung banyak makna, setiap keberhasilan yang mereka raih terkandung banyak hadiah, dan setiap makna dan hadiah yang kita raih terkandung sejuta keindahan.
Semua orang pasti ingin sukses, menjadi seseorang yang sukses itu tidak semudah yang kita duga. Dari setiap perjalanan yang kita lewati pasti kita menemukan masalah, masalah ini yang menjadi penghambat bagi perjalanan kita. Seseorang yang membenci masalah atau dia tidak dapat untuk menyelesaikan permasalahan cenderung akan berhenti pada suatu tempat, tempat ini yang kita anggap sebagai tempat orang-orang yang berputus asa. Terkecuali dengan orang yang pandai menyelesaikan permasalahan, mereka akan dengan mudah melewati permasalah yang berikutnya. Semakin kita terbiasa dengan permasalahan semakin kita menganggap bahwa masalah itu adalah hal yang biasa. Dari banyaknya manusia di muka bumi ini, sebagian sukses dan sebagian kehilangan kesuksesan. Jika anda bertanya mengapa kesuksesan itu bisa hilang? Karena pada umumnya manusia cenderung menikmati hal-hal yang tidak berguna. Mereka sendiri yang menentukan kesuksesan tersebut, tanpa kita sadari bahwa setiap manusia itu telah menentukan jalannya masing-masing. Manusia terlahir sebagai makhluk yang bekerja keras, dalam arti manusia bukan makhluk yang lemah. Terkadang manusia merasa bahwa ia lemah ketika ia sudah tidak mampu menerangi jalan yang seharusnya ia lewati. Sesungguhnya itu bukan kelemahan, itu yang disebut ujian. Tidak ada manusia yang bisa menghindar dari ujian, karena manusia tidak ada yang sempurna. Ketidak sempurnaan inilah yang harus kita tutupi dari segala kekuatan yang ada pada diri kita. Setiap langkah yang kita lewati terkandung berbagai ujian, setiap ujian adalah kekuatan. Terkadang ujian membuat kita menjadi lemah, kelemahan ini yang nantinya akan menjadi kekuatan bagi kita. Kesengsaraan, kepedihan, dan kekerasan yang membawa kita kepada kesuksesan. Kesuksesan diraih dengan kesengsaraan, artinya menjadi sukses itu merasakan susah namun akhirnya kita bahagia. Kesuksesan diraih dengan kepedihan, artinya sukses itu menyakitkan namun akhirnya kita bahagia. Kesuksesan diraih dengan kekerasan, artinya menjadi sukses itu penuh dengan kerja keras namun akhirnya kita bahagia. Banyak orang yang berpikir bahwa menjadi sukses itu mudah, itu salah. Karena mereka belum mencoba.
Pada dasarnya sifat manusia berbeda-beda, namun mereka terkadang cepat untuk mengerti. Setiap langkah yang mereka raih terkandung banyak makna, setiap keberhasilan yang mereka raih terkandung banyak hadiah, dan setiap makna dan hadiah yang kita raih terkandung sejuta keindahan.
Langganan:
Komentar (Atom)